Hallo,

GALLERY
PHOTOSTORY
Totong Hasan Toyari, begitulah nama pria 53 tahun yang bekerja sebagai tukang parkir ini. Ia telah menekuni profesinya selama 16 tahun dan sebelumnya pernah menjadi penjahit. Pak Totong, begitu ia biasa dipanggil, bisa ditemui di Jalan Tubagus Ismail. Kesusahan terbesarnya adalah ketika ada pemakai
Pria 67 tahun ini bernama Kartimin. Ia mencari nafkah sebagai penjual susu sapi keliling sejak tahun 1999 dan sebelumnya pernah beternak sapi. Pria asal Gombong ini setiap hari berkeliling di jalanan Bandung dari rumahnya di daerah Lembang dari jam 5 pagi. Bojongsoang adalah daerah terjauh yang pern
Pria 60 tahun ini bernama Emis. Ia menekuni profesi tambal ban sejak tahun 1976 ketika diajak serta oleh sang paman. Pria asli Bandung ini sehari-hari mencari nafkah di seberang Pasar Simpang Dago. Ia bertutur di masa lalu ia memiliki kenangan buruk sering menjadi target razia Satpol PP. Walaupun pr
Samsuri, pria 39 tahun ini adalah salah satu dari sekian penjual majalah bekas di Jalan Cikapundung. Ia adalah koneksi Cirebon yang menempati semua lapak majalah di daerah tersebut. Kisahnya dimulai pada tahun 1999 saat sang paman mengajaknya untuk turut serta ke Bandung untuk berjualan majalah dan
Satu diantara sedikit wanita yang berjuang hidup di jalan. Ade Wiwik memilih bekerja sebagai petugas kebersihan sejak pertengahan tahun 2015. Wanita 56 tahun ini telah memiliki tiga orang anak dan satu cucu. Sehari-hari ia biasa beraktifitas di kantor kelurahan Sekeloa Tengah di Bagian Umum. Ia memi
Pria penjual cilok ini bernama Aban. Pria 30 tahun ini memulai profesinya saat ini sejak 2013, menyusul sang kakak yang telah memulai beberapa tahun lebih awal. Sebelumnya ia bekerja serabutan. Yang paling sering adalah sebagai kuli bangunan. Tak banyak yang bisa digali dari Aban karena sifatnya yan
Dani Ramdani adalah petugas Dinas Perhubungan yang bertanggung jawab menarik iuran retribusi dari para sopir angkot dengan rute tertentu. Ia telah menjalani profesi ini sejak tahun 2004 yang lalu. Pria 36 tahun ini mengaku pekerjaan ini sebenarnya agak membosankan namun ia masih menggelutinya karena
Sopir angkot ini bernama Mimih Ruhiyat asli Bandung. Ia berbagi angkot Dago Caringin nya dengan seorang teman. Sementara ia sendiri lebih banyak mengambil jatah dari jam 1 siang sampai 9 malam. Dalam menjalani profesinya pria 50 tahun ini paling benci ketika hujan dan macet. Namun berkat pengalama
    DATA FOTO :
  •  
  • Kamera :
  • dslr
  •  
  • Lensa :
  • 38mm
  •  
  • ISO :
  • 100
  •  
  • Shutter Speed :
  • 8
  •  
  • Diafragma :
  • 2.8
Pejuang Jalanan
photo by : Alfian Widiantono
Bandung, ibukota Jawa Barat ini adalah sebuah wilayah komunal sekaligus destinasi populer. Seperti lazimnya kota besar, jalanannya selalu riuh bergemuruh. Nyaris tak ada istilah sepi bagi jalanan Bandung. Keras, berdebu dan bising. Ia adalah wadah pertemuan multi kepentingan yang rawan persinggungan. Dibalik keramaian tersebut sebagian orang menggantungkan asa atas nama hidup yang terus berdenyut. Mereka yang cukup berani menghadapi dinamika bekerja di hamparan aspal. Cuaca tak menentu dan kerasnya jalanan adalah masalah klasik yang selalu datang menyapa di waktu yang tak terduga. Mereka ada namun seolah tenggelam di bawah hingar bingar kota. Karena sungguh jalanan bukanlah tempat bagi mereka yang berhati lemah. Ini sebagian di antara petarung di jalanan Bandung